
Balikpapan — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan turut mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Forum Komunikasi Penanganan Deteni dan Pengungsi (FORKOPDENSI) Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan oleh Rumah Detensi Imigrasi Balikpapan, pada hari Rabu s.d. Jumat 16 s.d. 18 September 2026 bertempat di Hotel Novotel Balikpapan. Kegiatan tersebut menjadi forum koordinasi dan diskusi untuk memperkuat sinergi dalam penanganan pengungsi internasional di Indonesia.
FGD FORKOPDENSI Tahun Anggaran 2026 mengangkat tema “Penanganan Pengungsi Internasional di Indonesia Pasca Kebijakan Amerika Serikat Keluar dari PBB: Dampak, Tantangan, dan Strategi Mitigasi.” Tema tersebut menjadi fokus pembahasan dalam forum yang mempertemukan para pihak terkait untuk bertukar informasi dan membahas berbagai aspek penanganan pengungsi internasional.

Sebagai salah satu peserta, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan turut berpartisipasi dalam forum tersebut sebagai bagian dari koordinasi antar pemangku kepentingan. Keterlibatan ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan pemahaman bersama terhadap perkembangan isu pengungsi internasional serta tantangan yang berkaitan dengan penanganannya.
Forum komunikasi menjadi ruang untuk membahas dampak, tantangan, serta langkah mitigasi yang diperlukan dalam menghadapi dinamika penanganan pengungsi internasional. Pertukaran informasi dan pandangan antarpihak menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung koordinasi dalam pelaksanaan tugas sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Melalui keikutsertaan dalam FGD FORKOPDENSI, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan mendukung penguatan koordinasi dan sinergi antarlembaga dalam penanganan deteni dan pengungsi. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk membangun kesamaan pemahaman serta mendukung pelaksanaan penanganan pengungsi internasional secara terkoordinasi.
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan akan terus mendukung forum koordinasi bersama instansi dan pemangku kepentingan terkait sebagai bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian. Sinergi dan pertukaran informasi diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadapi dinamika penanganan pengungsi internasional di Indonesia.
